Rabu, 19 September 2018

Akhlaq dalam Menuntut Ilmu

Assalamu'alaikum wr. wb

    Seperti yang kita tahu dalam menuntut ilmu, seseorang tentu harus menjaga akhlaqnya. Mengapa demikian? Ya, karena memang dalam menuntut ilmu tersebut, pasti kita menginginkan kebarokahannya bukan? Nah untuk mendapat kebarokahan itu, salah satu caranya ialah dengan menjaga akhlaq kita dalam proses pencarian ilmu tersebut. Ibarat kata kita akan mengambil buah diatas pohon dengan tangga, kita pasti akan menjaga langkah kita dengan perlahan agar tidak jatuh bukan, meski menjulang tinggi tak diharaukan demi berhasil memetik buahnya. Begitu juga dengan menuntut atau mencari ilmu, kita  harus bisa melangkah dengan perlahan dan menjaga langkah kita agar tidak terjatuh, dengan cara menjaga akhlaq kita terhadap guru, teman, dan orang-orang disekitar kita, sebelum kita memetik hasil dari proses menuntut ilmu itu tersebut.

     Mendengar kata akhlaq, rasanya tidak asing lagi bukan? Akhlaq merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup seseorang untuk menentukan sikap baik-buruknya seseorang itu sendiri. Akhlaq juga merupakan suatu hal yang dimiliki seseorang yang sifatnya spontan. Dalam arti lain, spontan disini ialah sikap yg ditujukan seseorang secara langsung dan berulang-ulang dalam menyikapi sesuatu, tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Biasanya kita langsung dapat menilai akhlaq seseorang, ketika kita melihat apa yg dilakukan seseorang tersebut dalam menyikapi hal-hal disekitarnya.

    Namun kita juga tidak bisa menilai seseorang itu baik atau buruk hanya dalam satu kali ia bersikap, sebaiknya kita selalu berpikir positif terhadap oranglain. Karena bisa saja pada saat orang itu bersikap kurang baik (buruk) memiliki alasan tersendiri. Misalnya ketika ada yang berjalan di depan kita dengan tergesa-gesa hingga ia tak sempat bilang "permisii..." , bisa saja orang tersebut sedang buru-buru atau kebelet ke kamar mandi sehingga tak sempat mengatakan permisi, jadi kita tidak boleh langsung menjudge orang tersebut sebagai orang yang tidak sopan.

   Berbicara tentang menuntut ilmu, pasti semua orang pernah atau sedang melakukannya sekarang. Namun yang membedakannya mungkin, ada yang menuntut ilmu di sekolah, universitas, pondok pesantren, majlis, dan lain-lain. Namun dimanapun dan kapanpun menuntut ilmu, kita harus mengedepankan yang namanya Akhlaq. Bagaimana pun alasannya menuntut ilmu itu hukumnya wajib mau itu orang tua atau pun anak kecil, mau itu laki-laki atau perempuan. Seperti yang telah dijelaskan oleh Rasululloh saw dalam haditsnya :

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

Nah dari hadist tersebut kita dapat mengatahui tentang wajibnya menuntut ilmu, seperti yang dikatakan dalam dihadist tersebut kita sebagai manusia wajib menuntut ilmu dari mulai kita dilahirkan kemuka bumi hingga kita kembali ke liang lahat.

   Jadi kesimpulannya akhlaq dalam menuntut ilmu adalah suatu sikap yg dimiliki seseorang pada saat ia menuntut ilmu.  Seperti yang kita ketahui banyak sekali kitab-kitab akhlaq yg menjelaskan tentang apa saja sih yang termasuk akhlaq menuntut ilmu?

1. Hendaknya kita memperbaiki niat . Maksudnya, kita sebagai seorang penuntut ilmu harus bisa meluruskan dan mengikhlaskan niat kita, ridho karena Alloh Ta'ala.
Tidak boleh kita menuntut ilmu untuk mencari keuntungan dunia seperti menuntut ilmu agama agar dapat jabatan, pekerjaan dengan gaji tinggi dll. Seperti pada sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang artinya “Barang siapa yang menuntut suatu ilmu seharusnya karena Allah, lalu dia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan tujuan dunia maka ia tidak dapat mencium bau surga”.

2. Belajar dengan bersungguh-sungguh. Maksudnya, kita dalam menuntut ilmu dituntut untuk tidak bermalas-malasan, melainkan harus mengerahkan seluruh kemampuan yang kita miliki, bahkan harus siap  untuk berkorban harta, waktu dan memanfaatkan masa sehat semaksimal mungkin. Bila tidak maka ia tidak akan mendapatkan ilmu itu kecuali secuil saja. Al Qadhi Abu yusuf berkata:”ilmu ini adalah sesuatu yang tidak akan memberikanmu separuh dari dirinya sampai engkau memberikan dirimu seluruhnya”.

3. Bertaqwa dan senantiasa takut kepada Allah.

Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya. Dan dengan adanya rasa takut itulah yang membuat seorang penuntut ilmu akan terdorong untuk mengamalkan ilmunya dan hanya orang yang berilmulah yang memiliki rasa takut kepada Allah.

 Imam Ahmad berkata: “pondasi dari ilmu adalah rasa takut kepada Allah”. Allah swt berfirman dalam QS. Fathir ayat 28 yang artinya “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya adalah ulama’”.

4. Rendah hati (tawadhu’) dan tidak sombong.

Penuntut ilmu harus bersifat rendah hati, siap menghinakan diri dihadapan kemuliaan ilmu, tunduk pada kebenaran dan menghormati guru, tidak bersikap lancang di hadapannya, tidak angkuh dan ego untuk menimba ilmu dari yang lebih kecil dan menjauhkan diri dari segala bentuk sikap yang menunjukkan kesombongan.

Allah swt berfirman dalam QS. Asy-Syu'ara ayat 215 yang artinya “Dan rendahkanlah dirimu (Muhammad) terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكِبرُ بَطَرُ الحَقِّ وَ غَمطُ النَّاسِ

“kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. (HR. Muslim)

Yah begitulah mungkin beberapa akhlaq yang perlu kita perhatikan dalam menuntut ilmu, dan tentunya masih banyak akhlaq-akhlaq yang lain yang dapat kita pelajari langsung dari kitab-kitab para ulama. Sekian dari saya mohon maaf bila banyak kesalahan dalam penulisan atau materi yang saya tulis dalam artikel ini, semoga Allah memberi taufiq kepada kita dalam menuntut ilmu dan memberi keberkahan pada ilmu tersebut. Terimakasihh ❤

Wassalamu'alaikum wr. wb